Irosadys Blog

Budayakan NgeBlog Dan Berbagi Informasi

Hubungan Manusia Dengan Allah Swt.

Pada alam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah berantah pada Dzat semata-mata yaitu pada belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada bulan, belum ada matahari, belum ada bintang belum ada sesuatu. Malahan belum ada Tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, diri yang empunya Dzat tersebut men-tajali-kan diri-Nya untuk memuji diri-Nya.

Lantas ditajali-Nya-lah Nur Allah dan kemudian ditajali-Nya pula Nur Muhammad yaitu insan kamil, yang pada peringkat ini dinamakan Anta Ana, Ana Anta. Maka yang empunya Dzat bertanya kepada Nur Muhammad dan sekalian roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.

Lantas ditanyakannya kepada Nur Muhammad, apakah Aku ini Tuhanmu? Maka menjawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh roh, ya Engkau Tuhanku. Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf 172.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. 

Selepas pengakuan atau persumpahan Roh ini dilaksanakan maka bermulalah era baru di dalam perwujudan Allah SWT. Seperti firman Allah dalam hadist Qudsi yang artinya : “Aku suka mengenal diriKu, lalu aku jadikan makhluk ini dan perkenalkan diriKu kepada mereka lalu merekapun mengenal diriKu.

Apa yang dimaksud dengan makhluk ini ialah Nur Muhammad, sebab seluruh kejadian alam maya ini dijadikan dari Nur Muhammad. Tuhan yang empunya Dzat mentajalikan Nur Muhammad adalah untuk memperkenalkan diri-Nya sendiri dengan diri Rahasianya sendiri, maka diri rahasianya itu ditanggung dan diakui amanahnya oleh suatu kejadian yang bernama : Insan yang bertubuh diri bathin (Roh) dan diri bathin itulah diri manusia atau rohani.
Firman Allah dalam hadits qudsi :
Al-Insaanu Sirri wa Ana Sirruhu
Artinya : Manusia itu adalah RahasiaKu dan Akulah yang menjadi rahasianya.

Jadi yang dinamakan manusia itu ialah karena ia mengandung Rahasia.
Dengan perkataan lain manusia itu menanggung rahasia Allah maka manusia harus berusaha mengenal dirinya agar manusia dapat mengenal Tuhan-Nya, sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang empunya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT. yaitu tatkala berpisah Roh dengan Jasad.
Firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 58 sbb:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Hal tersebut di atas dipertegas lagi oleh Allah dalam hadist Qudsi :
Man arafa nafsahu, faqat arafa rabbahu.
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya.

Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini, pernah ditawarkan rahasia-Nya itu kepada langit, bumi dan gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya.
Seperti firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 72.

Inna ‘araf nal amanata, alas samawati wal ardi wal jibal fa abaina anyah milnaha wa as fakna minha, wahama lahal insannu.
Artinya : Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan memikulnya dan mereasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya.

Oleh karena amanat (rahasia Allah) telah diterima, maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya. Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang empunya Rahasia
Setelah amanat (Rahasia Allah) diterima oleh manusia (diri bathin/Roh) untuk tujuan inilah maka Adam dilahirkan untuk memperbanyak diri, diri penanggung rahasia dan berkembang dari satu dekade ke satu dekade, dari satu generasi ke generasi yang lain sampai alam ini mengalami kiamat dan rahasia dikumpulkan kembali.

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun.
Artinya : Kita berasal dari Allah , dan akan kembali kepada Allah.

Ilmu Qalam ialah ilmu yang paling rendah tingkatannya yaitu Dunia.
Namun demikian dengan ilmu ini manusia sudah sampai pergi ke bulan.

Ilmu Ghaib ialah ilmu yang diterima manusia melalui jalan laduni yaitu dengan petunjuk guru ghaib yang mursyid. Melalui 5 cara :

  1. Nur yaitu petunjuk ghaib yang diterima melalui mimpi-mimpi yang bisa diterjemahkan oleh guru ghaib.
  2. Tajalli yaitu ilmu ghaib yang diterima melalui penjelmaan buah pikiran dari pada perasaan zuk semasa mereka menjalani latihan tarekat tasauf, sehingga muncul dari akalnya suatu pengetahuan baru yang tidak pernah diketahui sebelumnya.
    Misalnya : terbacalah olehnya sepotong do’a sedangkan do’a tersebut belum pernah di bacanya atau diketahuinya.
  3. Cara Sir ialah  suatu jalan penyampaian ilmu ghaib secara rahasia, ia hanya dapat dirasakan dan didengar oleh seseorang itu secara mutlak dimana seseorang itu akan mendengar suatu suara yang datang kepadanya. Suara tersebut akan memberi tahu sesuatu dan mengajarkan ilmu ghaib dengan terang dan jelas berupa bisikan dan disertai dengan satu kelezatan yang sulit untuk diceritakan.
  4. Cara Sirusir ialah suatu cara penyampaian ilmu dengan cara rahasia . Seseorang yang menerima ilmu ghaib dengan cara ini mereka dapat melihat dengan mata basyir dan mendengar dengan telinga bathin.
  5. Cara Tawasul ialah penjelmaan seorang guru atau wali-wali Allah yang Ghaib dan mereka menjelma untuk bertemu dengan orang-orang tertentu yang sedang menjalankan ilmu tasawuf, mereka ketemu dalam keadaan nyata (hidup) bukan dalam mimpi, dia datang sama seperti kedatangan tamu biasa atau kawan kita. Kadang-kadang penjelmaan mereka bisa dilihat oleh orang ramai, bila kebetulan penjelmaan itu terdapat banyak orang.

Perlu diingat kedatangan mereka merupakan suatu penghormatan yang besar kepada Ahli tasawuf atau murid yang sedang mendalami ilmu tasawuf. Bagi mereka yang dapat menguasai dan mengalami sendiri ilmu ini maka sudah pasti mereka dapat menjelajahi seluruh alam maya.

Mereka diberi peluang untuk menjelajahi alam lain termasuk alam barzah, syurga dan neraka, arash dan qursyi Allah SWT. Bagi mereka yang sudah sampai keperingkat ini jiwanya akan tenang disamping Tuhannya, semasa hidupnya didunia ini dan juga dalam akhirat nanti, mereka adalah termasuk dikalangan manusia yang baik dan beruntung.

Ilmu Syahadah ialah merupakan Martabat ilmu yang tertinggi, karena ilmu ini Tuhan sendiri yang akan mengajarkan kepada manusia

Manusia diajarkan untuk mengenali dirinya (jasmani) dan diri bathinnya (rohani). Hanya orang yang mempunyai maratabat tinggi disisi Allah yang dapat menguasai ilmu ini. Ilmu ini sangat luar biasa karena hanya dimiliki oleh para Rasul, Nabi dan Wali-wali Allah yang teragung. Maka beruntunglah manusia yang termasuk wali-wali Allah.

Man Arafa Nafsahu, Fakat Arafa Rabbahu……
(“Barang Siapa Mengenal Dirinya Maka IA akan Mengenal Tuhan-nya”)

12/04/2012 - Posted by | Islam, Spiritual | , , ,

3 Komentar »

  1. Subhanallah….

    Komentar oleh Sang Dho'if | 28/04/2012 | Balas

  2. Hati2 anda menulis, Allah itu tidak berawal (kekal tanpa permulaan dan akhir), segera edit kata bahwa sebelumnya tdk ada tuhan

    Komentar oleh Dedi haryono | 06/08/2012 | Balas

    • @ Dedi haryono :
      Tdk ada yg perlu di edit mas, mgkn pemahaman kita yg beda.
      Menurut saya Allah itu sebutan baru. Jauh sebelum Nur Muhammad di ciptakan Allah memperkenalkan diriNya dgn sebutan ‘Rob’.

      Knp sblmnya tidak ada Tuhan? Siapa yg akan menyebut Allah Tuhan kalau Allah belum mciptakan makhluk? Logikanya, anda tidak akan pernah bs mengakui ibu anda kalau anda blm pernah di lahirkan oleh ibu anda. Demikian jg halnya, Allah tdk ada yg menyebut Tuhan krn blm ada yg mengakuinya (makhluk blm di ciptakanNYA).

      Salam …

      Komentar oleh Irosadys | 30/09/2012 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: