Irosadys Blog

Budayakan NgeBlog Dan Berbagi Informasi

Kenapa Harus Aku Yang Diuji

Alhamdulillah maha suci Allah yang menciptakan persoalan – persoalan bagi kita, yang dengan persoalan itu seharusnya kita jadi tambah ilmu, tambah pengalaman, tambah wawasan dan tambah iman.
            Memang ada kalanya hidup tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getirpun menjadi rasa yang tertuai.
            Namun ketika persoalan itu muncul, terkadang yang terucap dari mulut kita adalah “ Ya allah kenapa harus aku yang di uji?” seolah – olah menyalahkan dan bersu’udzon kepada allah. seolah Allah tidak berpihak, sudah tahajjud, shaum senin kamis, shaum daud, kok Allah tidak berpihak juga ya, pernah tidak seperti itu? Nah jadi kita ini bukan saja harus menyadari, namun juga harus bertanya pada diri sendiri, hidup ini untuk apa? jawaban yang tepat untuk ibadah bukan? sebagaimana firman Allah dalam surat Adz-Dzariyaat:56 yang artinya “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (ibadah) kepada-Ku”.   Baca lebih lanjut
Iklan

30/07/2012 Posted by | Islam | , | 1 Komentar

Hubungan Manusia Dengan Allah Swt.

Pada alam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah berantah pada Dzat semata-mata yaitu pada belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada bulan, belum ada matahari, belum ada bintang belum ada sesuatu. Malahan belum ada Tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, diri yang empunya Dzat tersebut men-tajali-kan diri-Nya untuk memuji diri-Nya.

Lantas ditajali-Nya-lah Nur Allah dan kemudian ditajali-Nya pula Nur Muhammad yaitu insan kamil, yang pada peringkat ini dinamakan Anta Ana, Ana Anta. Maka yang empunya Dzat bertanya kepada Nur Muhammad dan sekalian roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.

Lantas ditanyakannya kepada Nur Muhammad, apakah Aku ini Tuhanmu? Maka menjawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh roh, ya Engkau Tuhanku. Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf 172.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.  Baca lebih lanjut

12/04/2012 Posted by | Islam, Spiritual | , , , | 3 Komentar

Mati Dalam Ke-Fana-an

Al Bidayah Wan Nihayah

Musyahadah dengan melalui mati, seperti Sabda Nabi SAW “Rasakanlah mati sebelum engkau mati”. Dalam kitab Hikam Abu Ma’jam berkata: “Barang siapa yang tidak merasakan mati, niscaya ia tidak dapat melihat Allah” Jadi maksud mati ialah hidupnya hati dan tiada saat kehidupan hati melainkan saat matinya nafsu. Selanjutnya dalam kitab Al-Hakim yang artinya:“Tiada jalan masuk/musyahadah dengan Allah kecuali dengan melalui pintu mati, salah satu dari pintu itu adalah Fanaul Akbar yaitu mati tabi”.
Pengertian matinya nafsu untuk hidupnya hati dapat di tempuh pada empat tingkat yakni:

1. Mati Tabi’i

Mati tabi’I merupakan pintu pertama musyahadah dengan Allah. Mati ini berlangsung saat seseorang melakukan zikir Qalbi dalam zikir Lataif. Dengan karunia Allah, ia fana/lenyap pendengaran secara lahir, tapi secara bathin mendengar zikir Allah…Allah….  Baca lebih lanjut

12/04/2012 Posted by | Islam, Spiritual | , | Tinggalkan komentar

Seberapa Pandai Kita Bersyukur ?

Sobat, kali ini saya akan berbagi cerita kisah nyata di zaman Harun Al Rosyid yang saya dengar dari khutbah jum’at di masjid SIER Surabaya kemarin. Semoga kisah ini juga bisa meng-ilhami sobat-sobat untuk bisa lebih pandai mensyukuri nikmat Allah yang telah kita terima selama ini.
Sebelum kisah Harun Al Rosyid ini di mulai, khotib jum’at menyindir soal kondisi negara kita yang akhir-akhir ini ramai di beritakan di media massa penuh dengan korupsi, penuh dengan orang-orang serakah yang berusaha memperkaya diri tanpa mempertimbangkan halal-haram, entah itu soal bank century, gayus, dan yang lainnya yang membuat prihatin orang-orang yang masih punya naluri. Apa sebenarnya arti kekayaan ini ? Sampai orang menumpuknya dengan bermacam cara tanpa peduli aturan, norma dan kaidah agama.

Harun Al Rosyid adalah seorang raja, sebagai seorang raja tentu dia mempunyai kekuasaan, kekayaan dan pengaruh yang besar pada saat itu. Tapi raja juga manusia yang punya hati, perasaan dan fikiran. Kekuasaan, kekayaan dan pengaruh yang dia miliki tidak menjamin ketentraman dan ketenangan hatinya. Suatu hari Harun Al Rosyid memangggil penasehat pribadinya untuk meminta nasehat.  Baca lebih lanjut

13/02/2011 Posted by | Cerita Sufi, Islam, Religi | , , , | Tinggalkan komentar

Subhanallah, Satu Gereja Masuk Islam Semua, Benarkah ?

Sebuah kisah nyata yang terjadi di negerinya Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :

1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu,
4.Dsb.

Simak saja kisahnya… Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Baca lebih lanjut

02/09/2010 Posted by | Islam, Religi | , | Tinggalkan komentar