Irosadys Blog

Budayakan NgeBlog Dan Berbagi Informasi

Spiritual

•» Hati-hati Dengan Iblis !!

Edisi ini saya akan berbagi tentang suatu hadist yang luar biasa dahsyat maknanya. Saya yakin cukup dengan satu hadist ini jika setiap kita membaca, menyelami dan mengamalkannya dengan baik insya Allah kita akan menjadi mukmin sejati. Tak perlu berpanjang, berikut kutipan lengkapnya : [Read More]

•» Satu Gereja Masuk Islam Semua, Benarkah ?

Sebuah kisah nyata yang terjadi di negerinya Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :

1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu,
4.Dsb. [Read More]

 •» Keajaiban Hadist Tentang Lalat

Bagi anda yang jebolan pesantren, mendengar/membaca hadist Rasullullah ini mungkin sudah tidak asing lagi. Tapi bagi  seorang muslim yang jarang ber-interaksi dengan kitab-kitab tebal, hadist ini rasanya jarang sekali terdengar dalam kajian majelis, entah itu pengajian rutin di kampung atau  khutbah jum’at. Tidak ada salahnya saya share di sini, walau tulisan ini bukan murni karya saya tapi dari buletin jum’at yang terserak di jalan. [Read More]

•» Mati Dalam Ke-Fana-an

Musyahadah dengan melalui mati, seperti Sabda Nabi SAW “Rasakanlah mati sebelum engkau mati”. Dalam kitab Hikam Abu Ma’jam berkata: “Barang siapa yang tidak merasakan mati, niscaya ia tidak dapat melihat Allah” Jadi maksud mati ialah hidupnya hati dan tiada saat kehidupan hati melainkan saat matinya nafsu. Selanjutnya dalam kitab Al-Hakim yang artinya:“Tiada jalan masuk/musyahadah dengan Allah kecuali dengan melalui pintu mati, salah satu dari pintu itu adalah Fanaul Akbar yaitu mati tabi”.
Pengertian matinya nafsu untuk hidupnya hati dapat di tempuh pada empat tingkat yakni: [….]

 •» Hubungan Manusia Dengan Allah Swt.

Pada alam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah berantah pada zat semata-mata yaitu pada belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada bulan, belum ada matahari, belum ada bintang belum ada sesuatu. Malahan belum ada tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, diri yang empunya zat tersebut ialah mentajalikan diri-Nya untuk memuji diri-Nya.

Lantas ditajali-Nya-lah Nur Allah dan kemudian ditajali-Nya pula Nur Muhammadyaitu insan kamil, yang pada peringkat ini dinamakan Anta Ana, Ana Anta. Maka yang empunya zat bertanya kepada Nur Muhammad dan sekalian roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba. [….]

%d blogger menyukai ini: